Tampilkan postingan dengan label Hidup di SF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup di SF. Tampilkan semua postingan

7 TAHUN DI SAN FRANCISCO

Selasa, 14 September 2021
Tahun ketujuh kami di San Francisco dilewatkan masih dalam situasi pandemi COVID-19. Namun dengan adanya vaksin, keadaan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Pada pertengahan 2021, tepatnya 15 Juni, seluruh aktivitas ekonomi di negara bagian California dan kota San Francisco sudah dibuka seluruhnya.

Artinya seluruh kegiatan bisnis seperti toko dan restoran sudah bisa beroperasi normal tanpa ada pembatasan kapasitas dan interaksi sosial (social distancing).

Di sisi lain, penyebaran varian Delta yang sangat cepat membuat kami masih sangat berhati-hati dan waspada dalam menjalankan aktivitas.

Sudah 18 bulan sejak Maret 2020 kami bekerja dari rumah. Untungnya jenis pekerjaan kami memungkinkan untuk itu. 

Walaupun dalam waktu dekat di akhir September 2021 (apabila tidak ada perubahan rencana), salah satu dari kami sudah harus kembali ke kantor.

Amerika Serikat gencar melakukan vaksinasi COVID-19 sejak awal tahun 2021 ini. 

Prioritas awal adalah tenaga kesehatan, orang-orang yang bekerja di sektor esensial, mereka yang kondisi kesehatannya beresiko tinggi, dan di atas usia 65 tahun.

Negara bagian California membuka kesempatan vaksinasi untuk siapapun di atas umur 16 tahun pada pertengahan April 2021. 

Kami pun segera mendaftar dan mendapatkan jadwal vaksinasi 16 April 2021. Dosis kedua dilakukan di tempat yang sama tiga minggu kemudian, pada 9 Mei 2021.

Dua minggu setelah vaksinasi kedua dan daya tahan tubuh terbentuk sempurna, kami baru kembali bertemu muka dalam jarak dekat dengan orang lain, seperti potong rambut dan piknik bersama teman-teman.

Kami juga menyempatkan diri untuk mengambil cuti dan pergi liburan untuk pertama kalinya setelah satu setengah tahun. 

Tujuan yang kami pilih adalah Pulau Oahu di Hawaii. Selain jumlah kasus positif saat itu rendah, wisatawan juga masih diwajibkan untuk menunjukkan hasil PCR negatif.

Kami merasa aman untuk terbang dan berlibur di Oahu. 

Enam hari kami menghabiskan waktu menikmati pantai, laut dan udara tropis, untuk sedikit mengobati rasa kangen atas Tanah Air.

Pada tahun ketujuh ini kami juga kembali fokus pada perencanaan dan tujuan-tujuan
keuangan.

Dimulai dengan disetujuinya pembiayaan kembali (refinancing) pada awal tahun untuk mendapatkan bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang lebih rendah. 

Kemudian kami juga melunasi kredit mobil bulan Agustus lalu, tanpa telat bayar dan tunggakan selama tiga tahun terakhir.

Kombinasi antara akun cicilan (installment account), seperti KPR dan kredit mobil, dan akun berputar (revolving account), seperti kartu kredit, sangat membantu dalam menaikkan angka kredit (credit score). 

Dari yang tidak memiliki sejarah kredit sama sekali tujuh tahun yang lalu, kini angka kredit kami masing-masing bisa mencapai hampir 800.

Kami juga memastikan ketersediaan dana darurat, terutama untuk kondisi yang tidak pasti seperti masa pandemi ini. 

Setelah dana darurat sebesar sembilan kali pengeluaran bulanan terkumpul, sisa pendapatan diinvestasikan ke saham (stock) dan obligasi (bond), sesuai dengan tujuan keuangan yang kami targetkan. Persiapan dana pensiun dalam bentuk 401k dan Roth IRA pun terus berjalan sejak kami mulai bekerja di AS.

Dalam waktu tujuh tahun ini, kami yang tadinya tidak tahu apa-apa mengenai AS mulai bisa memahami sistem yang berjalan di sini. 

Kami belajar proses jual-beli rumah, kendaraan bermotor, pengajuan kredit dan refinancing, perpajakan, sampai dengan investasi. 

Namun tentunya, masih banyak hal-hal yang harus kami pelajari untuk bertahan hidup sebagai imigran di AS.

6 TAHUN DI SAN FRANCISCO

Senin, 14 September 2020
Half Dome, El Capitan
Keindahan Yosemite yang jadi wallpaper komputer Mac

Tidak terasa lebih dari setengah dekade kami pindah dari Jakarta ke San Francisco. 


Tahun keenam ini kami sudah mulai stabil secara keuangan dan mulai berniat untuk kembali melakukan hobi lama, traveling alias jalan-jalan.


Hobi kami ini sudah jarang dilakukan, mengingat sebagian besar dana yang kami miliki terpakai untuk bertahan hidup dan berbagai pengeluaran untuk menetap di AS.


Target traveling kami tidak muluk-muluk, setidaknya bisa mengunjungi negara-negara bagian yang berbeda di Amerika Serikat ini.

BAWA PLASTIK SENDIRI

Jumat, 28 Februari 2020
San Francisco tidak hanya terdepan  di dunia dalam kemajuan teknologi, juga soal kepedulian lingkungan hidup. Aturan yang dikeluarkan pemerintah kota SF ditujukan untuk menjaga alam di sekitar kita, terutama soal sampah yang tidak bisa terurai atau didaur ulang.

San Francisco adalah kota pertama di Amerika Serikat yang melarang penggunaan kantong plastik sejak tahun 2007. Pelarangan ini kemudian diikuti oleh seluruh negara bagian California pada tahun 2016.

Contah lainnya adalah penggunaan styrofoam sebagai bungkus makanan yang dilarang di SF sejak 2007. Bahkan mulai 2017 produk elektronik atau alat rumah tangga yang dijual di toko-toko di SF tidak boleh lagi dikemas menggunakan gabus sintetis ini.

5 TAHUN DI SAN FRANCISCO

Sabtu, 14 September 2019

Waktu berjalan tanpa terasa dan kami kini sudah genap lima tahun meninggalkan Jakarta. Banyak yang berubah dalam kehidupan kami seiring dengan bertambahnya pengalaman tinggal di Amerika Serikat. 

Namun ada dua kejadian penting yang besar dampaknya untuk kami dan perencanaan kehidupan kami ke depannya. Hal pertama, salah satu dari kami memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan yang cukup mapan di perusahaan kopi untuk secara penuh menjadi karyawan outsourcing (alih daya).

Sudah lama sebetulnya kami menjajaki peluang di industri teknologi informasi (tech companies), diawali lewat posisi penyortir data (data rater) untuk keperluan iklan online (search ads) di tahun 2015 lalu. Hanya saja pekerjaan itu sebagai sambilan (part-time), bukan mata pencarian utama.

ANGKUTAN UMUM SF, DARI YANG ANTIK SAMPAI TERCANGGIH

Jumat, 12 Oktober 2018
Keunikan San Francisco tidak berhenti sebatas jembatan Golden Gate, bukit-bukitnya, cuacanya yang stabil sepanjang tahun (tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin), melainkan juga sistem transportasi publik. Warga maupun wisatawan bisa leluasa bepergian ke penjuru kota hanya dengan bermodalkan naik angkutan umum (public transit system), termasuk dari dan menuju bandara. Suatu kemewahan di Amerika Serikat ini, di mana biasanya masyarakat mengandalkan mobil pribadi untuk beraktivitas. 

Hal khas lain, Anda bisa mengalami sendiri bagaimana rasanya hidup di abad ke-19, mengingat pemerintah San Francisco masih mengoperasikan moda angkutan yang sudah ada sejak tahun 1800-an. Penasaran? Yuk kita tengok satu per satu.

4 TAHUN DI SAN FRANCISCO

Jumat, 14 September 2018
Tidak terasa ternyata sudah empat tahun kami tinggal di San Francisco (SF) sejak kami menginjakkan kaki pertama kali di Amerika Serikat pada tanggal 14 September 2014. Begitu banyak pengalaman baru yang sudah kami lalui selama tinggal dan bekerja di sini, sehingga waktu terasa berjalan begitu cepat selama empat tahun ini.

A new day, a new adventure!” – begitulah moto hidup kami saat ini. Setiap hari penuh tantangan dan petualangan baru.

BERBURU BAKMI "LANGKA"

Jumat, 09 Februari 2018
Bakmi dan bihun ala resto Vien Huong, Oakland, CA
Bakmi salah satu jenis kuliner kegemaran kami. Saat tinggal di Indonesia, tidak sulit menemukan jenis makanan yang berbahan baku utama terigu ini. 

Di Jakarta khususnya penjual mie ayam bahkan berkeliling mendorong gerobak keluar masuk gang dan pemukiman. Kepopuleran "bakmi ala abang-abang" ini bahkan menjadi bahan gurauan: 'kamu termasuk tim gerobak biru atau gerobak coklat?' 

Berbeda ketika kami mencoba berburu bakmi di San Francisco (SF) ini. 

Pertama kali menginjakkan kaki di AS CeritaSF mengira akan banyak menjumpai bakmi, mengingat banyak keturunan etnis Tionghoa di Pantai Barat Amerika (30% penduduk SF berasal dari Asia). Anggapan kami itu keliru. 

CARI LOWONGAN KERJA DI AMERIKA: TIPS MEMBUAT CV

Jumat, 10 November 2017
Curriculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup modal utama untuk pencarian kerja. Dokumen ini menjadi seleksi pertama calon karyawan yang melamar. CV tak ubahnya alat untuk "memasarkan" diri Anda, apa yang mampu Anda lakukan untuk menunjang kemajuan perusahaan. Tanpa CV yang meyakinkan dan berkualitas, sulit rasanya Anda akan bersaing dengan para peminat posisi itu.

Di Amerika Serikat, lebih umum digunakan istilah 'Resume' dibandingkan CV. Dokumen yang "meringkas" segala sesuatu tentang diri Anda ke dalam 1 sampai 2 lembar ini akan menentukan apakah Anda akan mulus melalui berbagai proses penyaringan atau tidak.

Proses seleksi awal pelamar kerja di banyak perusahaan AS sudah memanfaatkan perangkat lunak (software) dan tidak dilakukan oleh manusia lagi. Bahkan dari penelitian menunjukkan rata-rata CV yang dimasukkan hanya akan diperiksa selama 20 detik (!) saja untuk menentukan lolos tidaknya ke tahapan lebih lanjut. Maka sangat penting untuk membuat CV/resume yang formatnya benar.

3 TAHUN DI SAN FRANCISCO

Senin, 30 Oktober 2017
Tulisan ini adalah cerita tertunda karena pada saat artikel ini diunggah, sudah 3 tahun lebih sejak kedatangan pertama kami ke Amerika Serikat (AS) pada tanggal 14 September 2014. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?

Setiap tahun kami mencoba untuk menuliskan pengalaman kami selama satu tahun sebagai refleksi mengenai apa saja yang sudah kami lakukan dan kami capai semenjak pindah ke Amerika. Cerita kami yang sebelumnya dapat dibaca di:
- 1 Tahun Di San Francisco
- 2 Tahun Di San Francisco

Tujuan setiap orang mengikuti DV Lottery dan berimigrasi ke Amerika tentu berbeda-beda. Ada yang ingin mendapatkan pekerjaan di luar negeri, mengumpulkan uang dan menabung lebih banyak, menyekolahkan anak-anak, menikmati kualitas hidup yang lebih baik, menambah pengalaman, dan masih banyak alasan pribadi lainnya.

WEBSITE LOWONGAN KERJA UNTUK ORANG INDONESIA DI AMERIKA

Rabu, 26 April 2017
Langkah awal dalam mencari pekerjaan tentunya menemukan lowongan yang sesuai dengan minat dan latar belakang keahlian kita. Seperti sudah diceritakan di artikel sebelumnya (Tempat tak Terduga untuk Cari Kerja -red.) perusahaan di AS diwajibkan mengumumkan pada publik soal posisi kosong di tim mereka. Namun masalahnya, di antara jutaan peluang (Desember 2016 ada 5 juta lowongan kerja di AS) bagaimana kita bisa mendapatkan pekerjaan yang benar-benar cocok. 

Untungnya kita hidup di zaman yang serba terhubung lewat internet. Dalam sekejab saja kita bisa mencari hal apa saja di dunia maya. Mesin pencari (search engine) sejenis Google biasanya menampilkan hasil yang cenderung umum dan belum tentu lokasinya di sekitar tempat Anda tinggal. Paling tepat memulai di situs yang memang khusus untuk dunia kerja. 

Situs paling dikenal di Indonesia adalah LinkedIn yang awalnya didirikan sebagai jejaring sosial (social network) yang dikhususkan bagi kalangan profesional. Perusahaan yang baru diambil alih Microsoft ini dikembangkan dengan berbagai layanan terkait dunia kerja. Mengingat LinkedIn sudah dikenal luas oleh orang Indonesia maka CeritaSF tidak akan banyak membahasnya.   

Lalu website mana saja yang biasa digunakan di Amerika Serikat untuk mencari lowongan kerja? Berikut ini hasil pengamatan dan pengalaman CeritaSF, dimulai dengan situs yang menurut kami paling memudahkan untuk penggunanya, khususnya dalam soal tingkat kepercayaan atas iklan tersebut.
© ceritasf 2017. Diberdayakan oleh Blogger.
Back to Top