Rabu, 24 Juni 2020

PENGALAMAN PEMENANG GREEN CARD LOTTERY 2020 (1): MERANTAU DI TENGAH WABAH VIRUS CORONA

CeritaSF sangat berterima kasih atas kiriman cerita salah seorang pembaca blog kami yang berhasil mendapatkan DV2020.

Salah satu informasi yang baru kami ketahui adalah anggota keluarga pemenang DV Lottery dapat mengajukan jadwal wawancara terpisah, tidak harus bersamaan dengan pemenang utama.

Sungguh pengalaman yang luar biasa dari pasangan In & Vi mengikuti proses DV2020 di tengah wabah virus corona. Perjuangan masih panjang dan kami akan terus mendoakan keberhasilan keluarga Anda untuk berkumpul kembali, memulai hidup yang baru dan lebih baik di Amerika Serikat.


"Kami mengetahui adanya greencard lottery ini secara kebetulan pada pertengahan tahun 2018 setelah mengobrol dengan teman yang mendapatkan lotere ini.

Ketika itu, belasan tahun yang lalu, prosesnya masih mengisi formulir berupa kertas dan dikirimkan dengan pos secara manual. Sepertinya jaman kami SMA atau kuliah pernah sekilas melihat pengumuman DV Lottery di koran tetapi tidak pernah terpikir untuk mencoba. 

Setelah obrolan dengan teman tersebut, kami mulai mencari info-info dengan googling dan menemukan blog CeritaSF, yang ternyata informasi yang ditulis sangat lengkap dan detail, dengan bahasa yang baik dan enak dibaca. Kami membaca semua posting bahkan sampai komentar-komentar di tiap posting kami baca karena banyak juga info yang kami dapat dari tanya jawab di kolom komen-komen tersebut. 

Terima kasih banyak kepada penulis CeritaSF yang telah memberikan banyak informasi berharga.

Ketika di awal Oktober 2018 buka pendaftaran DV2020, kami mencoba untuk daftar dengan 2 pendaftaran, yang 1 pakai nama suami sebagai pemohon utama, yang 1 pakai nama istri. Di awal Mei 2019 ketika keluar hasil pengundian ternyata yang terpilih adalah pendaftaran dengan nama suami sebagai pemohon utama.

Dalam mengisi formulir DS-260, tantangan utama yang kami hadapi adalah mendapatkan alamat di USA yang bisa kami pakai untuk alamat pengiriman fisik green card dan SSN. Pada DV2020 alamat ini wajib dicantumkan dalam DS-260 dan tidak bisa dibiarkan kosong. Untuk pengisian alamat USA ini kami dipinjami alamat oleh seorang teman. 

Pengisian DS-260 bagi kami agak lama karena ada paspor yang harus diperbarui dulu. Kami submit DS-260 sekitar pertengahan Juni 2019.

Bulan Agustus 2019 kami diminta untuk emailkan scan dokumen dan terjemahannya. Kami menyiapkan terjemahan dan memperbaharui paspor salah satu anak kami, akhirnya baru sekitar pertengahan Oktober 2019 kami kirimkan scan semua dokumen yang diminta ke KCC. Sempat ada email balasan dari KCC bahwa format pengiriman dokumen perlu direvisi. Di akhir Oktober 2019 kami terima email konfirmasi dari KCC bahwa dokumen kami sudah dianggap lengkap.

Sekitar pertengahan November 2019 kami menerima email dari KCC untuk mengecek web DV Lottery dengan memasukkan confirmation number yang kami dapatkan ketika pertama kali mendaftar. Kami mendapatkan jadwal wawancara dalam web tersebut, yaitu di awal Januari 2020.

Kami mencoba untuk menelepon US Embassy di Jakarta untuk menanyakan apakah wawancara bisa dilakukan terpisah, pemohon utama lebih dulu, dan keluarga menyusul. Menurut keterangan yang kami dapat bisa dilakukan demikian, asalkan keluarga wawancara maksimal 30 September 2020. Setelah kami berunding, kami putuskan salah satu dari kami yang berangkat duluan, yaitu pemohon utama, jadi hanya satu orang yang hadir untuk wawancara. 

Dua minggu sebelum wawancara pemohon utama melakukan tes kesehatan di RS Premier Bintaro. 

Selama menunggu wawancara, kami mempersiapkan rencana tanggal berapa berangkat ke USA, dan mencari cara bagaimana mendapatkan penerbangan yang ekonomis. Kami rencanakan untuk berangkat di awal Maret 2020 bila berhasil mendapatkan visa saat wawancara.

Wawancara dijadwalkan  pada hari Selasa pukul 10.00 WIB. Kami menyarankan agar selama menunggu panggilan wawancara membawa snack dan minuman seperlunya, serta hanya membawa 1 ponsel saja, karena loker penitipan barang sebelum masuk ke US Embassy terbatas. Jangan lupa membawa uang tunai atau kartu kredit untuk membayar biaya visa sebesar 330 USD.

Saat wawancara boleh memilih memakai bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Waktu menjawab pertanyaan diharapkan menjawab dengan mantap. 

Pertanyaannya mudah, seputar biodata kami. Waktu itu yang pertanyaan yang ditanyakan antara lain kuliah di mana, tinggal di mana, dan di mana keluarga 3 orang yang lain? Saya jelaskan bahwa keluarga akan menyusul sebelum periode berakhir. 

Kalau ada pertanyaan, bisa disampaikan selama wawancara. Saya mengulangi pertanyaan bagaimana cara kalau keluarga menyusul. Pihak Kedutaan AS menyarankan wawancara dilakukan sebulan sebelum periode berakhir.

Pada akhir wawancara langsung diberi ucapan selamat, Green Card Anda disetujui. 

Keesokan harinya kami langsung membeli tiket untuk keberangkatan dengan tujuan San Francisco di awal Maret 2020 karena ada tiket promo. 

Saat itu di minggu pertama Januari 2020 kami belum mendengar berita tentang COVID-19. Di pertengahan Januari 2020 mulai merebak berita tentang COVID-19. Kami kaget karena rute penerbangan yang sudah kami beli ternyata ada transit dan stop over di Guangzhou dan Wuhan. 

Tak lama kemudian ada berita bahwa Wuhan dan kemudian seluruh China lockdown akibat wabah COVID-19. Mulailah proses refund yang berkepanjangan berlangsung, yang akhirnya setelah berbulan-bulan komplain, dana berhasil dikembalikan lewat kartu kredit di bulan Juni 2020.

Kami mencari informasi lebih lanjut lagi untuk membeli tiket baru, lewat mana yang tidak dicegat untuk masuk ke Amerika, mencari info travel insurance yang paling murah. 

Setelah berembuk dan pemikiran panjang dengan sanak saudara untuk melanjutkan mengambil peluang ini atau tidak, dan dengan keinginan yang kuat serta ridho Tuhan YME, kami membeli tiket lagi di pertengahan Februari 2020, untuk keberangkatan di minggu pertama Maret 2020. Kali ini rute yang kami pilih transit di Singapura.

Saat berangkat suasana benar-benar berbeda dari biasanya, bandara agak sepi. Isi pesawat kira- kira 50%, saya duduk di aisle dan sebelah saya kosong. 

Setiba di Changi, suasana lebih sepi lagi. Saya menjauhi kerumunan orang dengan masuk ke taman-taman Changi yang sepi dan berlama-lama di tempat terbuka. 

Penerbangan lanjut ke SFO juga saya duduk di aisle dengan kursi sebelah saya kosong, sehingga selama perjalanan dapat istirahat dengan baik. 

Setiba di SFO menjelang dini hari. Waktu tunggu sekitar 1 jam, setelah di loket pertama, masuk ke ruang dalam karena visa green card harus diwawancara, ditanya tinggal di mana dan bersama siapa ke sini. 

Saya juga sudah menyiapkan alamat baru untuk pengiriman fisik green card dan SSN karena kami tidak jadi meminjam alamat teman kami yang dulu kami masukkan di pengisian formulir DS-260.

Fisik green card saya terima setelah 45 hari masuk melalui POE SFO. Karena SSN belum juga saya terima saat green card datang, maka saya urus ke kantor Social Security Administration setempat. Dua minggu setelah saya urus barulah SSN saya terima.

Tulisan ini kami buat bersamaan dengan berita yang kami baca bahwa Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian sementara visa imigrasi sampai akhir tahun 2020. Kami belum tahu bagaimana kelanjutannya. Just wait and see."

Selasa, 23 Juni 2020

KABAR BURUK: VISA IMIGRASI KE AMERIKA DISTOP SAMPAI AKHIR TAHUN. PEMENANG DV2020 BATAL MENDAPAT GREEN CARD.

Kabar buruk soal visa imigrasi diperoleh CeritaSF pada hari Senin, 22 Juni 2020. 

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penghentian sementara visa imigrasi sampai akhir 2020.


(Sumber: cbp.gov)
Kabar buruk ini juga berpengaruh pada pemenang DV Lottery, khususnya DV2020. 

Apa hubungannya antara Undian Green Card dengan distopnya visa untuk imigran?


Besar sekali pengaruhnya, mengingat DV Lottery atau Diversity Visa Program ini termasuk salah satu jenis visa imigrasi. 


Dengan dihentikannya proses pengurusan dan penerbitan visa oleh pemerintah Amerika Serikat akan sama dengan menutup kesempatan pemenang DV Lottery untuk datang ke AS.


Berikut penjelasan tentang pengaruh distopnya visa imigrasi terhadap status DV2020:

Kamis, 18 Juni 2020

KAPAN JADWAL WAWANCARA UNTUK DV LOTTERY 2020?

Ilustrasi virus SARS-CoV-2 (CDC website)
Wabah penyakit yang disebabkan oleh coronavirus membuat segalanya berantakan.

Pengaruhnya tidak hanya di Indonesia melainkan juga Amerika Serikat, yang paling parah dilanda COVID-19.

Tentunya kehidupan terganggu, mulai roda perekonomian hingga proses administrasi pemerintahan.

Program DV Lottery termasuk salah satu yang terkena dampak COVID-19. 


Meski mundur sebulan dari jadwal, untungnya hasil DV Lottery 2021 akhirnya diumumkan pada awal Juni 2020 lalu.

Namun ada yang belum jelas menyangkut nasib para pemenang tahun lalu.

Kamis, 11 Juni 2020

PENGUMUMAN PEMENANG DV LOTTERY 2021 PADA MASA PANDEMI COVID-19

Apakah dulu Anda mendaftar DV Lottery 2021 pada 2 Oktober - 5 November 2019?

Anda kini dapat melihat pengumuman pemenang mulai 6 Juni 2020 sampai 30 September 2021 di situs:

https://www.dvlottery.state.gov/


Jumat, 28 Februari 2020

BAWA PLASTIK SENDIRI

San Francisco tidak hanya terdepan  di dunia dalam kemajuan teknologi, juga soal kepedulian lingkungan hidup. Aturan yang dikeluarkan pemerintah kota SF ditujukan untuk menjaga alam di sekitar kita, terutama soal sampah yang tidak bisa terurai atau didaur ulang.

San Francisco adalah kota pertama di Amerika Serikat yang melarang penggunaan kantong plastik sejak tahun 2007. Pelarangan ini kemudian diikuti oleh seluruh negara bagian California pada tahun 2016.

Contah lainnya adalah penggunaan styrofoam sebagai bungkus makanan yang dilarang di SF sejak 2007. Bahkan mulai 2017 produk elektronik atau alat rumah tangga yang dijual di toko-toko di SF tidak boleh lagi dikemas menggunakan gabus sintetis ini.