Senin, 29 Juni 2015

PESAN KOPI TANPA RIBET DI KAFE

Suasana kafe yang dimaksudkan membuat nyaman seringkali malah menjadi "teror" saat Anda harus memesan kopi ke barista (orang yang meracik minuman) dan dihadapkan pada menu yang isinya penuh istilah asing. CeritaSF akan berbagi pengalaman soal bagaimana memesan kopi dan terhindar dari kebingungan.

Saran pertama, kecuali Anda penggemar berat kopi, hindari memesan espresso.

Selasa, 23 Juni 2015

BIAYA HIDUP DI SAN FRANCISCO

Selain mental, persiapan keuangan juga penting direncanakan jauh-jauh hari sebelum pindah ke Amerika Serikat (AS). Pemenang Green Card Lottery bukan berarti akan ditanggung semua biaya perjalanan, apalagi biaya hidup, oleh pemerintah AS. Green Card hanyalah sebatas ijin untuk tinggal dan bekerja secara legal di wilayah AS.

Sudah menjadi konsekuensi bahwa dengan menetap di salah satu kota terindah di dunia seperti San Francisco (SF), berarti harus siap juga dengan biaya hidup yang tidak sedikit. Tabel di bawah memperlihatkan perkiraan biaya hidup yang diperlukan untuk 3 bulan pertama pindah ke SF. Kota-kota lain di AS, kecuali New York City, kemungkinan besar membutuhkan dana yang lebih sedikit.

Rabu, 17 Juni 2015

CARI RUMAH DI SF (III) - DEG-DEGAN BAGAI IKUT KOMPETISI

Tetangga dekat kami.
Pengalaman CeritaSF mencari tempat tinggal di San Francisco penuh drama. Diawali pada 2 minggu pertama setelah kami kembali dari traveling keliling AS, kami menyewa kamar lewat AirBnB di daerah Mission. Dalam periode 2 minggu itulah tenggat waktu (deadline) untuk menemukan tempat tinggal tetap, kalau tidak mau memperpanjang AirBnB dan keluar uang lagi.

CeritaSF menjelajah internet untuk mencari apartemen yang mau disewakan (situs yang kami gunakan). Setelah menemukan unit yang kira-kira cocok, kami menelepon, kirim pesan singkat (SMS), atau melayangkan surel (e-mail) untuk membuat janji dengan agen maupun pemiliknya langsung.

Selain lokasi, faktor utama yang menjadi pertimbangan kami harga sewa maksimal $2.000/bulan. Ukuran bukan masalah, karena kami sudah terbiasa tinggal di apartemen mungil di tengah kota Jakarta. Total ada 11 alternatif yang harus disurvey.


Selasa, 16 Juni 2015

CARI RUMAH DI SF (II) - AWALI DARI INTERNET

Dua per tiga penduduk San Francisco menghuni rumah kontrakan dan jumlah rumah sewa sangat terbatas. Lebih banyak jumlah orang yang mencari tempat tinggal dibandingkan dengan para pemilik rumah yang menawarkan propertinya untuk disewa. Tak jarang satu apartemen yang disewakan diserbu oleh 20 orang (atau pasangan) yang berminat.

Perburuan apartemen pun gampang-gampang susah. Kecuali Anda punya kenalan atau kerabat di San Francisco, bisa dipastikan pencarian akan berawal dari internet. Ada 4 situs utama yang CeritaSF sarankan; masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Keempat situs ini bisa digunakan juga untuk pencarian di kota-kota lain di AS. Silakan klik di judul untuk mengunjungi situs tersebut. 

1. craigslist  

Situs populer asal San Francisco ini "usianya" paling tua. Craig Newmark, sang pendiri, mengonsepkannya sebagai bulletin board (papan pengumuman) online. Orang bebas "menempelkan" iklan di situs ini untuk berbagai kategori (jual mobil, sewa rumah, bahkan cari jodoh). Saking banyaknya iklan di craigslist, kata kunci dan pilihan penyaringan (filtering) menentukan, bukan saja soal harga maupun lokasi. Misalnya Anda dapat mengetikkan "newly renovated" untuk mendapatkan iklan bangunan baru direnovasi. Pengguna craigslist mesti punya kewaspadaan lebih, mengingat cukup banyak iklan yang dipasang mengarah ke penipuan. 

Kamis, 11 Juni 2015

CARI RUMAH DI SF (I) - "KUNCINYA NGONTRAK"

San Francisco dipenuhi "kontraktor"; maksudnya bukan  pengusaha konstruksi bangunan, tapi orang yang "ngontrak" alias menempati rumah sewaan. 

Duapertiga warga di sini menyewa tempat tinggal, hanya sekitar 1/3 penduduk menempati propertinya sendiri. Angka ini jauh di bawah rata-rata Amerika Serikat (AS) yang secara nasional 65% penduduknya memiliki rumah sendiri.

Persaingan untuk mencari tempat tinggal sewa di San Francisco pun sangat ketat. Selain karena pasokan tempat tinggal terbatas, tingkat permintaannya sangat tinggi. Serbuan programmer seiring menjamurnya perusahaan-perusahaan industri teknologi informasi dan media sosial menjadi faktor utama yang mengatrol permintaan di kota ini.