Jumat, 09 Februari 2018

BERBURU BAKMI "LANGKA"

Bakmi dan bihun ala resto Vien Huong, Oakland, CA
Bakmi salah satu jenis kuliner kegemaran kami. Saat tinggal di Indonesia, tidak sulit menemukan jenis makanan yang berbahan baku utama terigu ini. 

Di Jakarta khususnya penjual mie ayam bahkan berkeliling mendorong gerobak keluar masuk gang dan pemukiman. Kepopuleran "bakmi ala abang-abang" ini bahkan menjadi bahan gurauan: 'kamu termasuk tim gerobak biru atau gerobak coklat?' 

Berbeda ketika kami mencoba berburu bakmi di San Francisco (SF) ini. 

Pertama kali menginjakkan kaki di AS CeritaSF mengira akan banyak menjumpai bakmi, mengingat banyak keturunan etnis Tionghoa di Pantai Barat Amerika (30% penduduk SF berasal dari Asia). Anggapan kami itu keliru. 

Bakmi ala Jakarta yang biasa CeritaSF santap disajikan kering (kuah dipisah) dengan ditaburi potongan daging dan bercitarasa cenderung asin (savory). Ketika pertama kali memesan bakmi di salah satu kawasan Chinatown SF dengan harapan bisa menikmati makanan yang kami bayangkan, yang dihidangkan restoran tersebut ternyata bakmi kuah ala Hong Kong (Hong Kong style wonton noodle soup). Ada rasa khas yang berasal dari salah satu bahan baku di kuah bakmi, dominan sekali, dan kurang pas dengan selera. 

Di Bay Area sebenarnya ada 2 restoran yang menyajikan masakan Indonesia: Borobudur di pusat kota San Francisco dan Jayakarta di pusat kota Berkeley. Mereka menyediakan bakmi juga. Tapi kami masih penasaran untuk menemukan alternatif yang cocok. Namun jika ingin menikmati bakmi halal, pilihannya memang hanya Borobudur atau Jayakarta.
Mie ayam ala resto Borobudur


Setelah banyak membaca forum diskusi kuliner dan mencermati Yelp (aplikasi di ponsel soal ulasan restoran dan sangat populer di AS) barulah kami bisa menemukan apa yang dimaui. Akhirnya juga pengetahuan yang tidak pernah kami pusingkan sebelumnya soal asal usul bakmi yang biasa kita jumpai di tanah air.

Wonton noodle beraroma seafood
Bakmi yang biasa kita kenal di Indonesia ternyata berbeda dengan menu yang banyak disajikan banyak restoran di kawasan Pecinan (Chinatown). Tempat makan yang mudah ditemui di pusat keramaian (tujuan wisata) biasanya menyajikan hidangan mie ala Kanton (Cantonese) atau biasa disebut juga sebagai 'wonton noodle'. 

Masakan ala Kanton ini asalnya dari provinsi Guangzhou (Guangdong/Kwantung) dan populer di Hong Kong, Malaysia, dan Singapura. Mienya dibuat dari terigu, berukuran tipis kecil, lebih mendekati dimensi bihun, disajikan dalam mangkuk berisi kuah panas. 

Rasa khas mie Kanton ini diperoleh dari kuahnya berbahan dasar kaldu tiram / oyster, atau biasa juga menggunakan ebi. Penampakannya agak keruh dan aroma seafood cenderung sangat kuat  karena ditambahkan juga kecap asin ikan (fish soy sauce).   

Lalu mie ayam yang kita kenal akrab itu dari mana asalnya? Menurut beberapa sumber, bakmi sejenis ini hidangan khas provinsi Fujian (Hokkian), tetangga sebelah timur Guangdong. Akan lebih akrab di telinga kalau disebut nama populernya, bakmi ala Teochew (Tiociu/Chaozhou). Kuliner Tiociu populer di Taiwan, Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Indonesia. 

Mie tiociu lebih tebal dari mie Kanton, disajikan dengan kuah bening dari kaldu ayam atau babi. Jika mie Kanton dihidangkan polos atau paling bersama pangsit rebus, maka mie Tiociu berlimpah topping berupa taburan bawang daun (scallions/green onions), potongan daging, bahkan pangsit goreng.


Bakmi spesial di Thai Nghiep,
lengkap dengan pangsit goreng udang

Restoran Vietnam Penyelamatnya


CeritaSF akhirnya dapat menemukan citarasa bakmi yang dimaui dari restoran Vietnam. Tidak banyak rumah makan Vietnam yang menyajikan mie Tiociu, mengingat Pho (mie lebar dari beras) lebih populer di Amerika Serikat.

Di San Francisco sendiri, di antara ratusan restoran Vietnam, hanya ada 2 rumah makan yang khusus menghidangkan mie Tiociu ini, Hai Ky Mi Gia dan Thai Nghiep. Dari segi lokasi, Hai Ky lebih mudah dijangkau wisatawan, mengingat jaraknya dekat saja dari Union Square, pusat kota San Francisco. 


Hai Ky terletak di kawasan yang biasa dikenal sebagai Little Saigon, di mana didominasi imigran asal Vietnam yang banyak "mengungsi" ke AS saat terjadi perang saudara di negara asalnya. 
Thai Nghiep berada di Barat San Francisco, di kawasan pemukiman yang dikenal sebagai Sunset district.  

Menu keduanya relatif mirip, mie dipadukan dengan pilihan topping ayam kampung, bebek, seafood, atau babi. Perbedaan utama pada bakmi spesial Thai Nghiep ditambahkan pangsit goreng udang.

Mie Tiociu paling enak menurut CeritaSF sayangnya bukan dari kedua resto tersebut, melainkan dari SF harus "menyeberang selat" ke kota Oakland, di mana kita bisa menemukan rumah makan Vien Huong. Tekstur mie dari Vien Huong ini paling menyerupai masakan yang biasa CeritaSF jumpai di Jakarta. Vien Huong mudah ditemukan karena berada di kawasan Chinatown Oakland. 

Rasa penasaran CeritaSF akhirnya membuahkan hasil menyantap bakmi "langka" di Bay Area ini. 

Borobudur Restaurant, 700 Post St, San Francisco, CA
Jayakarta Restaurant, 2026 University Ave, Berkeley, CA

▼ Hai Ky Mi Gia, 707 Ellis St, San Francisco, CA
▼ Thai Nghiep, 1427 Noriega St, San Francisco, CA
▼ Vien Huong, 712 Franklin St, Oakland, CA







9 komentar:

  1. Masih banyak Bakmi yang mesti dicoba nih, so far Baru hai ky doang...☺️šŸœ

    BalasHapus
  2. halo, saya suka membaca cerita anda tentang SF. apakah anda masih tinggal di SF oktober 2018 ini? saya dan lima teman Indonesia kebetulan ada summit di daerah Fisherman Wharf 16-18 Oktober 2018.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Nunung, iya, kami masih tinggal di San Francisco. Semoga anda dan teman-teman menikmati perjalanan dan kunjungan anda ke kota ini.

      Hapus
  3. Halooo,
    Terima kasih cerita SF, saya dan suami berencana ke SF pada Maret untuk summit, dengan membaca blog Anda menjadi sangat terbantu untuk informasi di sana yang bener-bener gak kebayang sebelumnya, apalagi soal makan dan transportasi. Terima kasih yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Semoga anda menikmati konferensi dan liburan anda di San Francisco nanti.

      Hapus
  4. Ulasannya detail bangeeeet. Kereeen!

    BalasHapus