Rabu, 17 Juni 2015

CARI RUMAH DI SF (III) - DEG-DEGAN BAGAI IKUT KOMPETISI

Tetangga dekat kami.
Pengalaman CeritaSF mencari tempat tinggal di San Francisco penuh drama. Diawali pada 2 minggu pertama setelah kami kembali dari traveling keliling AS, kami menyewa kamar lewat AirBnB di daerah Mission. Dalam periode 2 minggu itulah tenggat waktu (deadline) untuk menemukan tempat tinggal tetap, kalau tidak mau memperpanjang AirBnB dan keluar uang lagi.

CeritaSF menjelajah internet untuk mencari apartemen yang mau disewakan (situs yang kami gunakan). Setelah menemukan unit yang kira-kira cocok, kami menelepon, kirim pesan singkat (SMS), atau melayangkan surel (e-mail) untuk membuat janji dengan agen maupun pemiliknya langsung.

Selain lokasi, faktor utama yang menjadi pertimbangan kami harga sewa maksimal $2.000/bulan. Ukuran bukan masalah, karena kami sudah terbiasa tinggal di apartemen mungil di tengah kota Jakarta. Total ada 11 alternatif yang harus disurvey.





Lihat teralis di bawah jendela utama?
Apartemen itu sewanya $1,700/bulan.
Plafon harga rupanya menciptakan kesulitan tersendiri. Apartmen termurah yang kami temukan sudah seharga $1.500/bulan. Mayoritas apartemen di bawah $2.000/bulan yang kami tandai dari website ternyata berupa ruang lantai bawah (basement), bagian dari garasi rumah utama. Garasi yang disekat ini lalu disulap menjadi tempat tinggal. Selain dana yang terbatas, kendala lain soal Credit Score yang tentunya belum kami miliki sebagai imigran baru di AS.

Kami jatuh cinta pada rumah pertama yang kami datangi, walaupun lokasinya di ujung barat kota SF dekat dengan Samudra Pasifik yang tergolong daerah paling dingin dan sering diselimuti kabut. Apalagi persis di seberang pagar, ada kantor pemadam kebakaran; tentu akan bising sirene setiap harinya (dinas pemadam di AS sangat sibuk karena menangani panggilan darurat apapun, tidak hanya saat si jago merah ngamuk. -red.)

Namun properti cantik ini berbentuk cottage tipe studio (ruangan utama nantinya difungsikan sebagai ruang tamu dan kamar tidur). Selain ruang utama dan kamar mandi, terdapat 2 ruang penyimpanan yang cukup luas (walk in closet). Meskipun tipe studio, ruang makan dan dapurnya terpisah dari ruang utama. Sayangnya karena kami belum punya Credit Score, pemilik rumah meminta 1,5x harga sewa untuk jaminan (security deposit).

Setelah melihat rumah tersebut, ada beberapa apartemen lain yang kami datangi. Ada yang janjian dengan pemilik, ada pula yang datang ke "open house" via agen / perantara. Dengan sistem open house, rumah yang disewakan akan dibuka pada hari dan jam tertentu, kemudian para peminat bisa datang dan melihat-lihat. 
Pemilik akan menyeleksi siapa yang berhak menyewa propertinya, berdasar data yang ditinggalkan para peminat saat open house.

Yang seperti ini antre peminat.
Satu rumah bisa didatangi sampai lebih dari 10 calon penyewa bersamaan pada saat open house, rasanya seperti rebutan! Bahkan salah satu apartemen yang lokasinya sangat strategis, saat CeritaSF tiba dan mengisi daftar tamu, sudah ada 20 nama di situ. Alamak. Pastilah akan sangat sulit bagi kami untuk bersaing.

Akhirnya CeritaSF memutuskan untuk menyewa rumah pertama yang kami lihat, di seberang Fire Station. Pemilik rumah langsung meminta kami mengisi formulir aplikasi (masing-masing mengisi satu formulir) dan membawa dokumen-dokumen, antara lain surat penawaran kerja, paspor, kartu social security (SSN), rekening bank, dan 2 lembar cek untuk pembayaran.

Hari Jumat pagi kami sudah sibuk mencetak formulir aplikasi dan membuat fotokopi dokumen-dokumen yang diminta. Buku cek belum ada karena kami baru membuka rekening bank pada hari Selasa. Setelah menyerahkan dokumen seadanya yang diminta, pemilik rumah mengatakan akan mengabari kami apabila aplikasi kami disetujui. Hari Jumat sore saat kami sedang makan siang, kami mendapat telepon bahwa kami disetujui untuk menyewa rumah! Senangnya bukan kepalang.

Tapi, 
masalah lain kemudian muncul. Kami harus langsung memberikan 2 cek, masing-masing untuk deposit dan pembayaran sewa rumah yang dihitung mulai hari Jumat itu. Bingung bukan kepalang, karena kami tidak menyangka bahwa sewa rumah akan langsung dimulai hari itu juga. Dengan agak curiga, kami menolak dengan alasan kami belum punya cek dan bank akan tutup karena sudah sore. (Di AS, transfer antar-bank tidak lazim. Bahkan sampai hari ini, kami masih membayar sewa dengan mengirimkan selembar cek lewat pos. -red.)

Kami juga mengatakan bahwa kami akan memulai sewa pada hari Senin dan minta perjanjian sewa-menyewa dikirimkan dulu agar bisa dipelajari selama akhir pekan. Pemilik rumah tetap ngotot bahwa kami harus membayar segera, kemudian menyarankan beberapa cabang bank yang buka pada hari Sabtu sehingga kami bisa membuka cek.

Sepanjang Jumat malam sampai Sabtu kami dilanda kebingungan luar biasa. Selain merasa dikejar-kejar untuk segera membayar, kami juga takut data-data pribadi kami (fotokopi paspor, SSN, dan rekening bank) disalahgunakan. Pemilik rumah pun sulit dihubungi, hanya bisa lewat SMS dan seringkali tidak menjawab. Di lain pihak, kami pun tidak mau kehilangan rumah ini. Apalagi waktu kami online, iklan rumah mungil ini sudah hilang dari website-website pemasaran properti.

Akhirnya pada hari Sabtu kami berkonsultasi kepada sahabat baik yang sudah lama tinggal di sini. Mereka mengatakan, mungkin saja proses sewa-menyewa ini tidak dilakukan oleh pihak profesional. Mengenai masalah penipuan (scam), di AS masih jelas hukumnya dan mudah dilacak, jadi kecil kemungkinan tindak kejahatan. Setelah ngobrol-ngobrol, kami merasa sedikit lega dan memutuskan tidak mau pusing dan memikirkan masalah rumah selama akhir pekan dan baru mulai kembali hari Senin. Lagipula, hari Minggu itu adalah perayaan ulang tahun pernikahan kami.

Walaupun demikian, dengan terbatasnya waktu yang tersisa tinggal di AirBnb, hari Minggu kami mendatangi beberapa open house lagi untuk mencari alternatif. Tetap, kami merasa yang paling cocok adalah rumah mungil di pinggir Samudra Pasifik itu.

Minggu malam akhirnya kami mendapat jawaban SMS dari pemilik untuk bertemu di lokasi rumah hari Senin jam 11 pagi untuk tanda tangan perjanjian sewa-menyewa, membayar dengan cek, dan langsung serahterima kunci.

Pagi-pagi kami ke bank untuk membuka cek. Sahabat kami pun menemani di saat-saat penting ini. Selain tanda tangan kontrak dan membayar sewa, kami pun harus mengecek kondisi rumah sampai sedetil-detilnya, seperti lubang bekas paku di dinding dan lemari sampai goresan di lantai kayu. Setelah semua selesai, pemilik rumah menyerahkan satu set kunci.

Akhirnya hari Senin, 20 Oktober 2014, kami mendapatkan hadiah anniversary kami berupa tempat tinggal di San Francisco.

13 komentar:

  1. senang sekali mengikuti perjalanan anda, semoga anda selalu diberikan kesehatan sehingga bisa meluangkan waktu untuk menulis pengalamannya disini, yang sangat bermanfaat buat saya pribadi, terimakasih atas sharing-nya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih ya, senang bahwa cerita kami bisa bermanfaat. amin, semoga kita semua selalu sehat :)

      Hapus
  2. Sangat informatif dan seruuu ceritanya...sukses selalu ya Soany!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ya, Dini. ditunggu kedatangannya di San Francisco :)

      Hapus
  3. terimakasih banyak. ditunggu terus ceritanya ya. kebetulan kami jg ada rencana utk hijrah ke US. smoga anda sekluarga senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dan kesuksesan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali sudah berkunjung ke blog kami. semoga lancar semua persiapan hijrahnya ya :)

      Hapus
  4. Mf sy mao tanya,kalau sy yg ikut undian apa otomatis istri jg anak bs ikut,atau hnya saya doang ?
    jawabannya sy tunggu.
    Tqs.
    Kimapriadhi1@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. istri & anak harus ikut didaftarkan dan apabila anda terpilih menang, mereka akan ikut mendapatkan green card.

      Hapus
    2. Apabila terpilih dapat Green Card, bolehkan anak dan istri tidak ikut pergi ? Tks

      Hapus
    3. Jika anak dan istri tidak ikut pergi, maka mereka tidak bisa mendapat Green Card.

      Hapus
  5. Hello saya mau tanya lgi..
    Kalau kita belum dapat kerja tp mau sewa apartment, apakah harus bayar deposit 12bln kedepan? Atau bisa hanya bayar 6bln kedepan saja? Thx and regards

    BalasHapus
    Balasan
    1. Umumnya sistem pembayaran sewa apartemen di Amerika adalah per bulan dan deposito apartemen berkisar antara 1 sampai 2 bulan harga sewa. Jadi anda tidak perlu membayar 6 sampai 12 bulan sewa di muka.

      Hapus