Senin, 10 Juni 2019

PENGALAMAN PEMENANG GREEN CARD LOTTERY 2019

Salah seorang pembaca blog CeritaSF yang baru saja lolos tahap wawancara dan berhasil mendapatkan visa imigrasi ke Amerika Serikat melalui program Green Card Lottery telah bersedia menuliskan dan berbagi pengalaman berharganya sejak awal mendaftar. Semoga cerita ini dapat membantu para pembaca CeritaSF lainnya yang baru saja terpilih menjadi pemenang Green Card Lottery dan sedang berdebar-debar menyiapkan dan menunggu tahapan selanjutnya.

Apabila anda sudah berhasil melewati seluruh proses Green Card Lottery dan ingin membagikan pengalaman anda untuk membantu teman-teman lainnya juga, anda bisa mengirimkan tulisan anda ke info@ceritasf.com. Kami sangat berterima kasih atas sharing pengalaman anda.

Berikut cerita Ray, salah satu pemenang Green Card Lottery 2019:

"Proses pendaftaran hingga wawancara semua jelas, sama seperti yang sudah dituliskan oleh CeritaSF. Awalnya saya belum tahu mengenai blog ini, namun ternyata blog CeritaSF sangat membantu saat terpilih menjadi pemenang green card lottery. Saya pun turut memberikan komentar dan pertanyaan, karena banyak sekali ketidakjelasan mengenai proses green card lottery ini. Terima kasih CeritaSF untuk platform-nya :)

Oke, saya mulai ceritanya.

Saya telah mengikuti green card lottery sebanyak dua kali, yaitu di tahun 2015 namun gagal, kemudian mencoba lagi tahun 2017, setelah lupa mendaftar di 2016. Pada tahun 2017 saya mendaftar, namun lupa kalau saya telah mengikuti lotere ini. Saya baru melakukan pengecekan setelah lewat satu bulan dari jadwal pengumuman, yaitu pada bulan Juni 2018 dan ternyata terpilih.

Saat itu saya dalam kondisi belum memperpanjang paspor untuk waktu yang cukup lama. Karena hal ini, maka pengisian formulir DS-260 sempat tertunda dan membuat panik, takut terlambat. Ternyata waktu untuk pengisian masih cukup lama. Intinya Anda tidak perlu khawatir jika terlambat, tetapi tentunya lebih cepat lebih baik.

Saat pengurusan paspor ternyata saya menemui satu masalah. Nama pada paspor saya berbeda dengan nama dalam akte lahir, KTP, dan ijazah. Nama saya hanya terdiri dari satu kata, hingga ketika mendaftar green card lottery saya mencantumkan satu nama dan ditambahkan FNU (First Name Unknown) untuk nama depan. Namun ketika perpanjangan paspor, nama belakang dari ayah saya ditambahkan. Hal ini cukup menghantui saya sampai dengan proses wawancara.

Setelah pengisian formulir DS-260, kita tinggal menunggu untuk jangka waktu yang cukup lama. Akhirnya pada bulan Januari 2019 saya mendapat Notification Letter yang pertama kali lewat email untuk melengkapi dokumen-dokumen, yakni paspor dan akte lahir yang sudah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah yang terdaftar di Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Notification Letter kedua akan dikirim saat sudah menjelang tiba antrean Case Number (CN) yang kita peroleh. Pergerakan Case Number bisa dicek di www.travel.state.gov.

Notification Letter kedua mengarahkan saya untuk melakukan medical check-up (cek kesehatan) di Rumah Sakit Premier Bintaro. Tanggal wawancara pun juga sudah ditentukan, sehingga tahu perkiraan waktu untuk membuat janji melakukan tes kesehatan, yaitu minimal 10 hari sebelum hari wawancara.

Hari-H Wawancara.

Jujur pada saat itu saya cukup gugup dan masih bingung mengenai masalah nama, yang membuat saya merasa tidak percaya diri. Jadwal wawancara saya pukul 12.30 namun saya sudah hadir sejak pukul 12.00 kurang. Begitu sampai saya langsung melapor kepada petugas di depan dan ternyata saya harus menunggu di luar hingga waktu wawancara yang telah ditentukan.

Ketika jam menunjukan pukul 12.30, saya baru dibolehkan masuk dan harus melewati screening. Semua barang pribadi diperiksa, tas dan ponsel tidak diijinkan dibawa masuk melainkan harus dititipkan pada petugas keamanan di depan. Lokasi wawancara di dalam Kedubes ternyata hanya seperti loket-loket yang berjejer.

Proses dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:
- Pengumpulan data,
- Pembayaran, dan
- Wawancara.

Masing-masing proses dilakukan di loket yang berbeda. Ketika pengumpulan data, ada beberapa pertanyaan yang diajukan juga. Setelah melakukan pembayaran, baru proses wawancara sebenarnya dimulai. Sebelum wawancara dimulai, saya diminta bersumpah dengan mengangkat tangan kanan dan menyatakan bahwa saya akan menjawab seluruh pertanyaan dengan jujur.

Proses wawancara ternyata terasa sangat santai dan cepat. Saya pun diwawancara dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Beberapa pertanyaan yang diajukan, yaitu:
- Apakah kamu pernah kuliah di luar negeri?
- Apakah kamu pernah ke luar negeri?
- Apakah kamu sudah menikah?
- Sudah berapa kali mengikuti Green Card Lottery?
- Dengan siapa kamu akan tinggal di AS?

Sesederhana dan semudah itu, bahkan masalah nama saya pun tidak dipertanyakan. Petugas Kedubes kemudian menyamakan nama saya dengan yang tercantum di paspor. 

Sepanjang dokumen yang ada mendukung dan lengkap, saya rasa proses wawancara green card bukanlah hal yang sulit. Apabila sudah lolos tahap pertama, yaitu terpilih sebagai pemenang greed card lottery, ternyata tahap selanjutnya relatif mudah, termasuk wawancara. Walaupun awalnya saya merasa panik dan deg-degan, rasanya semua itu terbayar ketika petugas wawancara mengatakan, “Selamat, visa kamu disetujui!”

Setelah wawancara selesai, paspor diambil oleh petugas kedutaan dan saya mendapat selembar kertas untuk tahap selanjutnya, yaitu pengambilan visa dan paspor. Proses ini dapat dilakukan sendiri atau melalui pos. Karena saya memilih untuk dikirim, saya diminta untuk mengisi data alamat di situs yang tercantum pada kertas yang diberikan petugas. Paspor dan visa kemudian dikirimkan dan sampai di tangan saya kembali dalam waktu kurang lebih seminggu.

Selama kita mengikuti seluruh petunjuk dan semua data diri jelas, niscaya prosesnya akan lancar. Apabila ada hal-hal yang kurang jelas, anda bisa menanyakannya langsung ke KCC via email. Sisanya, serahkan kepada Tuhan dan berdoa.

Terima kasih CeritaSF yang sudah membagikan pengalamannya, saya sangat terbantu dengan adanya blog ini.


Good luck untuk yang lain :)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar