Manusia punya berbagai cara untuk merumuskan konsep waktu yang abstrak. Salah satunya adalah menciptakan siklus dengan membagi satuan waktu ke dalam 12 segmen. Contoh siklus 12 yang paling populer tentu saja zodiak atau shio.
Pertama kali kami menginjakkan kaki di Amerika Serikat, tahun tersebut bertepatan dengan Tahun Kuda menurut perhitungan shio Tiongkok. Setelah melewati Tahun Kambing, Monyet, Ayam, dan seterusnya, tahun 2026 ini kembali memasuki Tahun Kuda; artinya kami sudah “menamatkan” satu siklus tinggal di San Francisco.
Tentu bukan hanya siklus zodiak yang kami lalui. Banyak perubahan lain terjadi di San Francisco lewat di depan mata dan terasa dampaknya.
Saat kami tiba pada tahun 2014, sedang marak pendirian berbagai perusahaan rintisan (startup) teknologi informasi, mengikuti kesuksesan gelombang awal seperti Facebook, YouTube, Instagram, dan Twitter yang tumbuh seiring meluasnya akses internet.
Sebagian besar startup era 2010-an fokus menyasar aplikasi ponsel pintar, didorong oleh kepopuleran iPhone berlayar sentuh yang memudahkan interaksi digital. Aplikasi digital ini melahirkan bentuk baru lapangan pekerjaan: ekonomi berbasis platform, tempat orang bisa mencari atau menawarkan jasa temporer, termasuk layanan transportasi.
Uber menjadi pelopor platform transportasi online (taksol), diluncurkan tahun 2010 di SF, lalu berkembang menjadi raksasa dan menginspirasi banyak perusahaan lain seperti GoJek.
Booming perusahaan rintisan ini diikuti oleh booming sektor properti. Karyawan yang direkrut dari seluruh Amerika Serikat, bahkan dari berbagai negara, tentu membutuhkan tempat tinggal di SF.
Akibatnya harga sewa rumah naik tak terkendali. Persaingan mendapatkan unit sewaan pun sangat ketat.
Setiap ada apartemen disewakan, berjubel yang mengantre. Pada 2014, saat kami mencari tempat tinggal dan berkeliling ke beberapa apartment viewing, kami terkejut melihat satu lokasi yang sudah memiliki sekitar 20 orang dalam daftar minat sebelum kami datang.
Harganya pun di luar nalar. Ada orang-orang yang berani membayar sewa setahun penuh di muka demi mendapatkan unit yang mereka incar. Biaya hidup di SF pun menjadi yang tertinggi, atau salah satu yang tertinggi, di seluruh AS selama bertahun-tahun.
Namun setiap ada pasang tentu ada surutnya. Booming perusahaan rintisan dan properti ini berakhir bersamaan dengan pandemi COVID-19.
Ribuan orang meninggalkan San Francisco karena semua kantor ditutup dan karyawan diminta bekerja dari rumah (WFH). Kesempatan bekerja dari mana saja membuat banyak orang pindah ke daerah atau negara bagian lain yang biaya hidupnya lebih rendah. Pusat kota berubah menjadi sepi, layaknya kota hantu.
Harga properti pun anjlok. Apartemen kosong tidak tersewa, kontras dengan situasi tahun 2014.
Perusahaan rintisan baru juga mendadak terhambat; siapa yang mau berinvestasi di tengah ketidakpastian pandemi?
Masa-masa puncak COVID‑19 membawa perubahan bagi kami juga. Berbagai pembatasan membuat kami menekuni hobi baru di alam terbuka: berkemah.
California, negara bagian tempat SF berada, punya banyak suaka alam dan kawasan hutan, beberapa di antaranya berstatus taman nasional seperti Yosemite, Sequoia, dan Redwoods. Berkemah di berbagai suaka alam ini memungkinkan kami menyaksikan pemandangan yang menakjubkan.
Kini San Francisco kembali memasuki masa pasang, dimulai dengan diperkenalkannya ChatGPT pada 2022.
Kemunculan ChatGPT dari OpenAI dan Claude dari Anthropic, keduanya perusahaan rintisan asal SF, menandai siklus baru. Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi booming terkini, mirip dengan booming yang kami alami 12 tahun lalu.
Sektor AI kembali melambungkan harga properti. Kami kembali menyaksikan puluhan orang mengantre apartment viewing dan berebut tempat tinggal.
Harga sewa apartemen di San Francisco kembali menjadi paling mahal di AS. Menurut data terkini dari perusahaan properti Zumper, pada bulan September 2026 harga sewa apartemen studio mencapai $2.750/bulan, 1 kamar tidur $4.250/bulan dan 2 kamar tidur sudah lebih dari $6.000/bulan.
Kami sudah mengalami satu siklus, dan kini memasuki siklus baru. Entah apa yang akan terjadi dengan siklus AI ini. Yang jelas kami sangat bersyukur bisa tetap tinggal di tempat yang indah dan dinamis, di San Francisco, sepanjang siklus 12 shio.

0 comments:
Posting Komentar