Selasa, 20 Agustus 2019

PENGALAMAN PEMENANG GREEN CARD LOTTERY 2019 (3)

Sekali lagi CeritaSF menerima kiriman cerita pengalaman salah seorang pemenang Green Card Lottery 2019. Pengalaman ini unik karena beliau telah tinggal dan bekerja di Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan visa kerja (H-1B). Jadi untuk pembaca blog CeritaSF yang sudah memiliki visa kerja di AS namun ingin mendapatkan Green Card, selain menunggu sponsor dari perusahaan tempat bekerja tidak ada salahnya ikut mendaftar Green Card Lottery juga. Jangan putus asa apabila anda tidak langsung terpilih menjadi pemenang. Seperti cerita di bawah ini, dengan kegigihan selalu mendaftar DV Lottery setiap tahun selama lebih dari 10 tahun, beliau akhirnya bisa menang dan mendapat Green Card.

Bagi anda yang sudah berhasil melewati seluruh proses Green Card Lottery dan ingin membagikan pengalaman anda untuk membantu teman-teman lainnya, anda bisa mengirimkan tulisan anda ke info@ceritasf.com. Kami juga menerima tulisan pengalaman suka-duka anda pindah, hidup dan bekerja di AS setelah memiliki Green Card. Kami sangat berterima kasih atas sharing pengalaman anda.


"Hi CeritaSF,

Saya ingin membagikan pengalaman DV 2019 saya. Saya sudah lama mencoba mendaftar program DV Lottery dan selalu ikut hampir setiap tahun selama lebih dari 10 tahun tapi tidak pernah terpilih. Akhirnya pada bulan Mei 2018 entry saya beruntung terpilih! 

Sedikit latar belakang saya, saat DV entry saya terpilih, saya sedang bekerja di Amerika Serikat dengan visa kerja (H-1B). Jika sedang tinggal di AS dan terpilih DV, sebenarnya ada 2 pilihan untuk memproses DV, yakni "Adjustment of Status" atau "Consular Processing". Karena Case Number (CN) saya cukup tinggi, 2019AS12xxx, saya cukup yakin kalau CN saya hanya akan current pada bulan Agustus / September ketika DV 2019 program akan usai. Setelah berpikir matang-matang, saya akhirnya memilih jalur "Consular Processing" atau wawancara di Kedutaan Besar AS di Jakarta ketika CN saya menjadi current.

Untungnya semua CN di Asia pada program 
DV 2019 menjadi current. Saya kebagian jadwal wawancara pada tgl 6 Agustus 2019, pukul 12:30 siang. Pada hari wawancara, langkah pertama adalah memberikan dokumen. Di situ, saya memberikan paspor, 2 pas foto, akte lahir asli, fotokopi akte lahir, terjemahan akte lahir, ijasah terakhir dan fotokopi ijasah terakhir. Di loket yang sama, saya diberikan hasil tes kesehatan dari RS Premier Bintaro, katanya untuk dibawa kalau jadi ke AS. Setelah itu, saya harus ke loket lain untuk membayar biaya $330, bisa dengan uang Rupiah atau kartu kredit. Setelah membayar, inilah waktu wawancara. Pertanyaannya sederhana saja dan berlangsung cepat. Saya hanya ditanya pernah tinggal di mana saja selain di Indonesia, kemudian visa saya langsung disetujui.

Status pencetakan visa bisa dicek di situs CEAC (https://ceac.state.gov/ceacstattracker/status.aspx). Malam hari setelah wawancara, status saya masih "
Ready". Sehari setelah wawancara yaitu pada tanggal 7 Agustus 2019, status saya berubah dari "Ready" menjadi "Administrative Processing". Selama seminggu, setiap hari saya cek status saya di website itu tetapi tidak ada perubahan, tetap "Administrative Processing" dan terakhir update pada 7 Agustus. 


Saya menjadi waswas, saya pikir apa ada background check atau pemeriksaan lain yang menunda visa saya dicetak. Karena saya sudah memiliki tiket untuk pergi kembali ke AS dalam waktu dekat, saya mengirimkan email ke Kedutaan untuk menanyakan apakah paspor saya bisa langsung diambil saja di Kedutaan ketika sudah siap semuanya. Kedutaan menjawab, bisa. Jadi paspor saya tidak dikirimkan oleh RPX, tapi harus saya ambil sendiri. Akhirnya setelah kurang lebih 1 minggu, status saya berubah menjadi "Issued". Keesokan harinya saya mengambil paspor saya di Kedutaan.

Berikut
timeline saya:

Mei 2018: Cek pengumuman DV 2019, entry saya terpilih (1NL).
Agustus 2018: Mengisi & melengkapi data DS260 online.
2 April 2019: Mendapat email dari KCC "
Further DV Documents Required".
12 April 2019: Membalas email dari KCC di atas beserta lampiran scan akte lahir & paspor.
Juni 2019: Visa Bulletin menunjukkan CN saya
current.
17 Juni 2019: Dapat pemberitahuan bahwa wawancara di Jakarta sudah dijadwalkan (2NL).
19 Juli 2019: Tes kesehatan di Indonesia.
6 Agustus 2019: Wawancara di Jakarta, visa disetujui!
7 Agustus 2019: Website CEAC status berubah dari
Ready, menjadi Administrative Processing.
15 Agustus: status berubah dari
Administrative Processing, menjadi Issued!
16 Agustus: mengambil pasport beserta paket visa di Kedubes AS di Jakarta.

Memang proses DV ini panjang dan sangatlah membutuhkan tingkat kedetilan yang tinggi. Tetapi kalau sabar dan teliti serta jujur dalam melengkapi data, proses akan berjalan lancar.

Sekarang saya telah mendarat di Amerika Serikat untuk mengaktifkan visa imigrasi saya. Ketika sampai di SFO airport pagi hari, antrian imigrasi sangat panjang. Saya antri sampai 3 jam. Ketika giliran saya 
tiba, petugas meminta paspor, customs form, beserta paket visa yang diberikan oleh Kedutaan. Setelah cap 4 jari kanan, saya diantar ke ruangan khusus di mana kita diminta untuk menunggu sebentar. Di ruangan tersebut ada petugas lain yang membuka dan memeriksa paket visa, lalu visa yang ada di paspor saya distempel dengan cap arrival. Sudah begitu saja! Sekarang saya sedang menunggu kedatangan kartu Green Card dikirim ke alamat di AS.

Sekian kisah pengalaman saya.  Terima kasih telah membaca!"

7 komentar:

  1. 3 jam di imigrasi? 😱 Glad you've made it to USA regardless 😁

    BalasHapus
  2. hi, saya pengen bertanya saya ingin mendaftar lottery cuma posisinya saya sudah menikah jadi apa saya musti mencantumkan foto istri saya juga?
    & jika posisinya istri saya sedang mengandung anak pertama kami & rencana melahirkan pada bulan 10 bulan ini jadi apa anak saya musti mencantumkan foto juga?karena posisinya masih baby & belum tau tanggal pasti kelahirannya
    jadi apa ada solusi untuk saya supaya saya bisa mendaftarkan lottery ini dengan benar supaya tidak didiskualifikasi?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda harus memasukkan data diri anda dan istri, termasuk pas foto. Anak yang belum lahir tidak perlu didaftarkan. Apabila anda terpilih menjadi pemenang nanti, anda bisa melengkapi data anak anda ketika mengisi formulir aplikasi visa. Ikuti saja semua petunjuk yang sudah lengkap ada, niscaya anda tidak akan didiskualifikasikan.

      Hapus
  3. selamat pagi saya ingin bertanya kembali jadi didalam kolom memiliki berapa anak? saya harus mengisikan apa?jika saya mengisikan 1 dia akan meminta data” anak saya jadinya solusi terbaiknya gimana?
    tolong diberi petunjuk
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau anak anda belum lahir, jumlah anak "0". Kalau data anak anda mau dimasukkan, anda bisa mendaftar setelah anak anda lahir.

      Hapus
  4. terima kasih untuk informasinya
    semoga saya bisa menang lottery tahun ini

    BalasHapus