Selasa, 13 Agustus 2019

PENGALAMAN PEMENANG GREEN CARD LOTTERY 2019 (2)

Berikut adalah cerita pengalaman salah seorang pemenang DV Lottery 2019 lainnya. Ternyata walaupun menghadapi berbagai rintangan, namun akhirnya Vivi berhasil mendapatkan visa imigrasi ke Amerika Serikat melalui program DV Lottery. 

Pelajaran berharga yang bisa diambil dari pengalaman ini, yaitu usahakan untuk selalu teliti ketika mengisi formulir DS-260 dan pastikan anda memiliki waktu yang cukup untuk tiba di tempat wawancara sesuai jadwal yang ditentukan. Selain itu, yang terpenting dari pengalaman ini adalah apabila anda menghadapi suatu rintangan, usahakan untuk selalu tetap berpikir positif dan segera mengambil tindakan proaktif, misalnya menghubungi Kentucky Consular Center (KCC) atau Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) untuk melaporkan masalah yang anda hadapi dan mencari jalan keluarnya. 

Pada prinsipnya, apabila anda sudah memenuhi seluruh kualifikasi, KCC dan Kedubes AS ada untuk membantu anda mendapat visa imigrasi, bukan untuk mempersulitnya.

Salut untuk kegigihan Vivi! Selamat dan semoga seluruh rencana kepindahannya ke AS dapat berjalan lancar!

Apabila anda sudah berhasil melewati seluruh proses Green Card Lottery dan ingin membagikan pengalaman anda untuk membantu teman-teman lainnya juga, anda bisa mengirimkan tulisan anda ke info@ceritasf.com. Kami sangat berterima kasih atas sharing pengalaman anda.


"Dear CeritaSF,

Nama saya Vivi. Saya baru pertama kali mengikuti program DV Lottery dan beruntung sekali bisa langsung menang.

Mengenai tahap pendaftaran sampai wawancara mungkin sudah dikupas tuntas di blog ini maupun dari cerita para pemenang lainnya. Saya akan menambahkan sedikit pengalaman saya yang agak berbeda:

Pertama, pada saat mengisi formulir DS-260, saya kurang teliti menuliskan alamat email. Akibatnya, nyaris satu tahun saya tidak mendapat email balasan atau pemberitahuan apapun mengenai status saya. Berhubung nomor kasus saya sudah current, akhirnya saya mengecek kembali formulir DS-260 dan baru menyadari kalau saya telah salah memasukkan alamat email.

Saya berusaha menelepon KCC. KCC menyuruh saya untuk mengirimkan email yang berisi permohonan untuk membuka formulir DS-260 kembali dengan menyertakan alasan yang kuat. KCC juga mengatakan bahwa proses ini akan memakan waktu, karena data saya akan diproses ulang. Saya pasrah, walaupun ada perasaan pesimis namun tetap berusaha.

Ternyata tidak terlalu lama, yaitu dua minggu kemudian saya mendapat email dari KCC untuk mengirimkan dokumen-dokumen berupa akta lahir dan tanda tamat belajar yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

Satu bulan setelahnya, saya mendapat email lagi dari KCC untuk mengecek situs DV Lottery. Saya senang sekali karena akhirnya jadwal wawancara saya keluar.

Ternyata masalah tidak habis di situ.

Masalah kedua muncul. Kali ini, jadwal wawancara saya bentrok dengan jadwal ujian di kampus. Saya kemudian mengirim email ke Kedubes AS di Jakarta dan saya diperbolehkan untuk menjadwalkan ulang waktu wawancara. (Sedikit catatan: setelah jadwal wawancara keluar, KCC akan menyerahkan seluruh aplikasi diversity visa dan dokumen-dokumennya ke Kedubes AS di negara bersangkutan, sehingga seluruh korespondensi mengenai wawancara dilakukan langsung dengan Kedubes AS).

Belum selesai di situ, ternyata jadwal wawancara saya yang kedua pun bentrok dengan jadwal tes kesehatan. Pada saat pertama kali melakukan tes kesehatan, kondisi fisik saya kurang baik sehingga pihak rumah sakit merasa perlu untuk menunda tes kesehatan tersebut.

Yang ketiga dan ini merupakan peristiwa yang terburuk: saya ketinggalan pesawat! 

Karena saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan kuliah sehari sebelumnya, saya memang sengaja membeli tiket untuk penerbangan pagi pada hari wawancara. Saya kembali memohon kepada Kedubes AS untuk mengubah jadwal wawancara lagi. Saya sudah pasrah, karena saya pernah membaca bahwa Kedubes AS hanya akan memberikan ijin sampai dengan tiga kali untuk mengubah jadwal wawancara dan perubahan itu harus diberi tahu sebelumnya, bukan pada hari H wawancara.

Saya beruntung bahwa Kedubes AS mau memberikan jadwal wawancara baru. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Saya berangkat dengan pesawat malam hari dan menginap di dekat Kedubes AS. 

Akhirnya saya lulus wawancara dengan proses yang berlangsung sangat cepat, hanya tiga menit di depan loket wawancara, dan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana, yaitu:
1. Akan tinggal di mana di Amerika?
2. Mau kerja apa di sana?
Hanya itu saja pertanyaannya. 

Saya sangat bersyukur karena saya masih diberi keberuntungan. Saya juga sangat berterima kasih kepada blog CeritaSF yang sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk lolos DV Lottery. Semua yang ditulis dan dijelaskan di blog ini tidak begitu berbeda dengan apa yang saya alami.

Pada saat membayar, petugas menanyakan apakah saya akan membayar dengan tunai atau kartu kredit. Saya rasa sekarang sudah bisa membayar biaya permohonan visa dengan kartu kredit. (CeritaSF: Betul, sekarang Kedutaan AS bisa menerima pembayaran dengan mata uang Rupiah atau kartu kredit).


Terima kasih.

Salam, 
Vivi"

3 komentar:

  1. Selamat Pagi WIB u/ crita SF
    Saya mau bertanya dluar konten ni
    Saya ada keperluan dlm hal jual beli rmh, rmh yg saya mau beli di INA pemilikny sudah menetap di Oregon sejak 1999,yg mau saya tanyakan
    1. KTP yg sah dsna namany apa y?
    2. Bgmn cara saya u/ memvalidasi bahwa ia msi WNI atau sudah pindah kewarganegaraanny?
    3. Apa KJRI SF memfasilitasi WNI dsna u/ membuat Surat Kuasa (perihal jual beli property) kepada kerabatnya yg ada d INA?

    Terima kasih bnyk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, berikut jawaban kami:
      1. Tanda pengenal diri di AS adalah Identity Card (ID) atau Driver's Licence.
      2. Selain pernyataan jujur dari yang bersangkutan, tidak ada yang bisa membuktikan apakah dia sudah melepas kewarganergaraan Indonesia/belum.
      3. KJRI SF bisa melegalisasi surat kuasa yang dibuat oleh WNI di sini.

      Hapus
    2. Terima kasih bnyk šŸ˜Š

      Hapus