Minggu, 31 Juli 2016

POPOS (Privately Owned Public Open Space)

Selama tinggal dan bekerja di Jakarta, CeritaSF merasakan kurangnya alternatif sarana hiburan dan rekreasi. Waktu luang pada akhir pekan selain digunakan berkunjung ke orang tua dan berkumpul dengan keluarga, kebanyakan dihabiskan di mal. 

Bertemu dengan teman-teman, makan, nonton, cuci mata, belanja, semuanya dilakukan di dalam pusat perbelanjaan. Setelah pindah ke San Francisco, CeritaSF mulai dimanjakan oleh banyaknya alternatif hiburan yang ada, termasuk ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap orang tanpa perlu merogoh kantong dalam-dalam.

San Francisco memiliki banyak ruang terbuka hijau berupa taman, plaza dan square. Plaza dan square di San Francisco adalah ruang terbuka publik, bukan nama pusat-pusat perbelanjaan seperti yang sering ditemukan di Indonesia. 

Selain taman-taman yang tersebar di seluruh pelosok kota, terdapat pula taman-taman "rahasia" di area Financial District (FiDi) yang dinamakan POPOS (Privately Owned Public Open Space). Disebut "rahasia" karena POPOS seringkali tidak terlihat dari ruang jalan. POPOS bisa berupa area publik di lobi gedung atau taman di atas gedung.